MELEPAS seseorang untuk mengendarai mobil dengan kecepatan 100 kilometer per jam atau lebih di arena uji coba (semacam sirkuit balap), jelas berisiko tinggi. Lebih-lebih bila orang tersebut belum pernah mengendarai mobil yang akan dia coba, dan jalur yang dilalui juga belum dia kenal.
Tapi seperti itulah yang dilakukan Perusahaan Daihatsu, beberapa waktu lalu di Shiga Technical Center, Osaka. Sebanyak 29 wartawan dari berbagai daerah di Indonesia diundang untuk melalukan test drive.
Jenis mobil yang digunakan adalah pikap dan minibus, yang akan diluncurkan di Indonesia November 2007 ini. Perlu ditambahkan, meski belum diluncurkan, pemesan yang tercatat di atas 1.300 orang
Untuk pikap, uji coba dilakukan di jalur lurus yang diberi rintangan rambu seperti layaknya ujian SIM. Jalurnya dibikin berbelok tak beraturan, dengan tujuan menguji kelincahan mobil. Pada kesempatan itu peserta diminta mencoba tiga mobil pikap. Yakni, Daihatsu 1.300 cc, 1.500 cc, dan mobil pembanding.
Sedangkan yang minibus, sebelum mencoba mengendarai mobil terbaru itu peserta diajak mengelilingi arena menggunakan bus. Awalnya berkecepatan 40- 50 Km/jam di jalur paling kiri. Kemudian di jalur dua kecepatannya berubah menjadi 80-100 Km/jam. Setelah itu masing-masing peserta dilepas mengendarai mobil sendiri didampingi seorang teman sesama peserta.
Arena uji coba terdiri atas empat lajur sepanjang 2,8 Km. Kemiringan jalannya 45 derajat, dan khusus jalur lurus satu kilometer. Bagian paling kiri dibikin tidak rata seperti jalan rusak. Ada beberapa bagian dibikin menonjol atau dibuat rambu polisi tidur berjajar. Hal itu dimaksudkan untuk mengetahui kondisi mobil saat lewat jalan jelek dan bergelombang.
Pada lajur dua yang kemiringan jalannya 15 derajat, kondisi jalan halus, namun di jalur lurus sebagian dibuat cekung dan berair. Kenapa berair? Itu untuk mengetes kendaraan pada saat melewati genangan. Di jalur tersebut, pada saat kendaraan melaju dengan kecepatan 80-100 km/jam kemiringan jalan tidak terasa.
Selama kemudi tidak digerakkan, mobil akan melaju seperti di jalur lurus, meskipun kondisi jalan sebenarnya berbelok. Demikian juga di jalur tiga dan empat. Ketika mobil dipacu dengan kecepatan 150 km/jam, kemiringan 45 derajat tak terasa, seolah mobil melaju di jalan lurus.
Hanya saja, jika kemudi digerakkan ke kanan atau kiri, bisa berakibat fatal, menabrak pembatas jalan yang terbuat dari besi. Pada test drive ketika itu ada peserta yang nekat memacu kendaraan hingga berkecepatan 145 km/jam dan masuk ke jalur empat.
Bagi yang suka tantangan di jalan, itu memang mengasyikkan. Apalagi dengan mobil baru yang belum ada di pasaran, bisa mencoba mengendarai di beberapa kondisi jalan dengan kecepatan yang bervariasi, mulai 10 km/jam hingga di atas 150 km/jam. Yang kadang tak disadari, peserta terlalu asyik sehingga memacu kendaraan secepat mungkin, mengabaikan perintah instruktur.
Usai menguji kendaraan, peserta dipertemukan dengan para petinggi di Daihatsu Motor. Mereka antara lain Manager Engineering Sinichi Namba, General Manager Test Yukihiro Yamasaki, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Suparno Djasmin, dan Vice President Director Sudirman MR.
Pada pertemuan itu terpapar bahwa bahan bakar minibus terbaru tersebut cukup irit. Catat saja, untuk yang 1.300 cc bahan bakarnya hanya 11,14 kilometer/liter. Adapun untuk 1.500 cc tiap liternya mampu menempuh jarak 11,11 kilometer. Sedangkan untuk pikap, per liter di atas 12 kilometer.
''Semua komponen diperbarui, dan jelas berbeda dibanding generasi sebelumnya, kecuali roda,'' ungkap Suparno.(Sri Mulyadi)
Jumat, November 02, 2007
Uji Nyali di Sirkuit Daihatsu
Diposting oleh
Sri Mulyadi
di
16.20
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar