
INVESTASI di bidang properti di Indonesia pada umumnya dan Semarang khususnya, dari tahun ke tahun, tak pernah ada ruginya. Mengingat sektor ini cukup menjanjikan dengan pertumbuhan investasi mencapai 8 persen/tahun. Sementara tingkat risiko rendah. Apalagi jika didukung pendanaan dan penetapan waktu yang tepat dan lokasi strategis. ’’Masa-masa akhir krisis ekonomi dan menjelang kebangkitan seperti sekarang ini, merupakan waktu tepat berinvestasi di bidang properti,’’ ungkap Buyamin, Direktur CV Family Inti Sejati, pengembang terkemuka di Semarang.
Lokasi strategis yang dimaksud adalah akses ke tengah kota tidak jauh, dekat area bisnis dan sumber pertumbuhan kawasan. Lokasi pengembangan relatif baru dan memiliki fasilitas modern. Kemudahan akses ke tengah kota juga sangat menentukan keberhasilan investasi. Semakin banyak alternatif sarana jalan yang dimiliki, semakin menjanjikan. ’’Lokasi sangat menentukan pertumbuhan investasi properti, sehingga para calon konsumen harus pandai mencermati.’’
Berpijak dari pertimbangan itu, CV Family Inti Sejati dalam membangun perumahan senantiasa berpijak pada tuntutan konsumen. Salah satu di antaranya adalah membangun perumahan cluster Sunrise, yang lokasi hanya beberapa puluh meter dari kompleks rumah makan tradisional Pondok Daun.
Rumah dengan desain minimalis moderen seharga Rp 300 jutaan itu sasaran konsumennya adalah keluarga muda, mereka yang mobilisasi tinggi, dan anak-anaknya membutuhkan perhatian khusus. ’’Keluarga muda biasanya mempunyai anak kecil yang membutuhkan kondisi lingkungan aman dan akses mudah untuk mengantar atau menjemput anak ke sekolah, sehingga cluster Sunrise sangat tepat bagi mereka,’’ ungkap Buyamin.
Kecuali berada di tengah kota, cluster tersebut letaknya di tengah kawasan yang sudah terbentuk dengan fasilitas yang saling mendukung. Lokasinya dekat sekolah TK hingga perguruan tinggi, dan kompleks resto internasional moderen Royal Family Food Square. Bangunan ini digunakan untuk minimarket, kafe, karaoke keluarga, toko buah/kelontong, salon, butik, optik, dan toko yang menjajakan kebutuhan sehari-hari.
’’Di kawasan itu sudah ada TK, SD, SMP, SMA Tritunggal dan SD, SMP, SMA Terang Bangsa, yang kualitas pendidikannya bisa dibanggakan. Ada juga Ciputra intepreneur school atau lembaga pendidikan kewirausahaan, dan ini merupakan satu-satunya di Jateng. Tidak jauh dari lokasi perumahan terdapat kawasan lokasi pembangunan kampus Universitas Pelita Harapan, serta Rumah Sakit Glenn Eagle milik Lippo Group. Dengan demikian prospek ke depan jelas sangat menjanjikan.’’
Tidak jauh dari cluster Sunrise juga terdapat tempat ibadah, taman flora dan fauna yang akhir Mei 2009 akan diresmikan serta sport club Royal Doom yang menyediakan fasilitas kolam renang, squash, fitness, kolam renang air panas, senam, pingpong, biliar, arena bermain anak-anak. Untuk menuju pantai Marina jaraknya juga cuma beberapa ratus meter.
Siap Pakai
Di cluster Sun Rise secara keseluruhan dibangun 800 unit rumah dan hingga kini sudah terjual sekitar 81 persen. ’’Kelebihan lain yang membuat konsumen tertarik adalah bangunan rumah di cluster Sunrise siap pakai. Begitu terjadi transaksi konsumen langsung bisa menempati, tidak usah menunggu. Konstruksi bangunan disesuaikan dengan kondisi tanah, dan kualitas secara keseluruhan bisa diandalkan. Lingkungan sekitar juga sudah ramai, terutama di kompleks rumah makan tradisional Pondok Daun. Siang hingga malam tetap ramai pengunjung. Sistem keamanan yang satu pintu juga menenteramkan penghuni, karena tidak sembarang orang bisa masuk ke kompleks perumahan tanpa melalui petugas Satpam.’’
Luas bangunan rumah 55 meter persegi hingga 65 meter persegi, dengan luas tanah 99 meter persegi hingga 168 meter persegi. Meskipun satu lantai, tetapi didesain model dua lantai, sehingga terlihat indah dan anggun.
Oleh pengembang, cluster Sunrise dirancang sebagai ’’rumah tumbuh’’. Artinya, bagi penghuni yang ingin mengembangkan bangunan rumah, tanahnya masih cukup memadai. ’’Untuk rumah mewah dan megah sekalipun cukup. Yang pasti nyaman, aman, lokasi strategis. Namun calon pembeli lebih baik membuktikan dulu dengan melihat langsung ke lokasi, sehingga lebih yakin,’’ ungkap Buyamin.
Bebas Banjir
Kawasan tersebut juga bebas banjir, minimal sampai 20 tahun ke depan. Hal ini dengan perhitungan karena jalan lingkungan dan bangunan berada di lokasi yang telah ditinggikan tiga meter lebih tinggi dibanding jalan arteri RE Martadinata (Yos Sudarso). Didukung kedalaman dan lebar saluran air yang ada cukup memadai.
Di kanan kiri jalan seputar perumahan di cluster Sunrise sekarang ini telah ditanami pohon mangga hasil okulasi, yang kini tingginya sudah sekitar satu meter lebih. Dengan demikian, di samping kondisi lingkungan bersih juga asri. Ke depan lokasi itu nantinya tidak cuma sejuk, tetapi penghuni bisa menikmati buah tanaman yang ada.
’’Perhitungan secara ekonomi tentu lebih baik memilih perumahan di lokasi yang prospeknya bagus meskipun lebih mahal sedikit, daripada di lokasi yang tidak bagus dengan harga jauh lebih murah. Kami menyadari bahwa konsumen akan berprinsip jauh lebih baik mendapatkan rumah yang peningkatan harga tiap tahun tinggi, dibanding membeli rumah dengan harga murah tapi peningkatan nilainya tiap tahun minim, bahkan cenderung turun. Misalnya di lokasi yang potensi tanah longsornya tinggi atau rawan tergenang air. Di cluster Sunrise tak akan terjadi antarpenghuni saling berlomba meninggikan rumah untuk menghindari banjir,’’ ungkap Buyamin.Kelebihan lain cluster Sunrise, lokasi yang jaraknya hanya beberapa puluh meter dari Jl Marina Raya itu, bisa diakses dari segala penjuru, sehingga pengguna tidak akan terjebak kemacetan arus lalu lintas. Dari arah pusat kota atau luar kota dari arah timur, barat, atau selatan, semua lancar. Akses ke Bandara, stasiun, atau fasilitas umum lain, kecuali lancar jaraknya juga dekat. Disamping itu, berada di tengah kota mandiri yang kawasannya sudah tertata secara terpadu.
Bagi yang berminat bisa menghubungi Lisa (Hp: 08164254221), Redi (Hp: 085865838902), Budi (Hp: 081325688958).
Kiat Mimilih Tempat Tinggal di Perumahan
1. Pembelian rumah diperhitungkan tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai investasi.
2. Lokasi, lokasi, dan lokasi. Artinya, lokasi bebas banjir dan tidak rawan longsor.Mudah diakses dari segala penjuru, dan dekat pusat kota atau pusat kegiatan perekonomian,
3. Lingkungan sekitar perumahan sudah terbentuk atau tertata secara terpadu.
4. Memprediksi 3 – 5 tahun ke depan kawasan tersebut akan menjadi seperti apa.
5. Memilih bank atau sumber pendanaan yang bisa dipercaya.
Diamond Cipta Niaga
Cluster Pergudangan Modern Multi Guna
KOTA Semarang saat ini sangat membutuhkan sarana gudang. Hal ini berkaitan perkembangan industri membaik, dan lalu lintas barang yang keluar-masuk ke wilayah Jawa Tengah lewat Semarang, baik melalui Pelabuhan Tanjung Emas maupun stasiun kereta, terus meningkat. Sementara gudang-gudang lama, terutama yang berada dekat pelabuhan, sebagian besar tidak bisa digunakan akibat tergenang banjir dan rob.
Sehubungan itu, CV Family Inti Sejati yang telah sukses mewujudkan cluster perumahan seperti Royal Family Resident, Royal Family Regency, cluster perumahan minimalis modern, kompleks rumah makan tradisional Pondok Daun, dan lainnya, membangun cluster pergudangan, Diamond Cipta Niaga. Lokasinya di jalan arteri RE Martadinata (Yos Sudarso) atau sekitar satu kilometer dari Pelabuhan Tanjung Emas. Cluster multi guna ini merupakan cluster yang khusus dirancang untuk menampung kegiatan bisnis dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas usaha/bisnis, seperti gudang, showroom, industri ringan maupun kantor.
Langkah membangun cluster pergudangan itu dengan asumsi bahwa dalam kegiatan bisnis, sarana pergudangan sangat vital. Namun kebutuhan sarana lain berupa kantor, shoroom, atau tempat produksi, juga tidak dapat diabaikan. Padahal jika dibangun di tempat terpisah, pasti butuh investasi yang tidak kecil. Sehingga untuk menjawab persoalan itu kami menyediakan properti berupa sarana pergudangan multi guna.
''Istilahnya seperti kata pepatah, sekali dayung lima atau empat pulau terlampaui. Cluster pergudangan juga seperti itu, investasi gudang tetapi kebutuhan akan kantor, ruang pamer, tempat produksi, bisa terpenuhi,'' ungkap Buyamin, Direktur CV Family Inti Sejati, kepada Suara Merdeka, kemarin.
Lokasi Strategis
Cluster pergudangan eksklusif pertama di Semarang itu berarsitektur minimalis modern, menempati lahan seluas 3,5 hektare. Saat ini bangunan yang sudah siap pakai 15 buah dari 63 unit yang direncanakan. Tiap lokasi luas tanahnya 300 hingga 500-an meter persegi, dengan luas bangunan 300 - 400 meter persegi. ''Meskipun istilahnya minimalis, tetapi truk kontiner atau trailer bisa masuk ke area cluster. Jalan di dalam cluster cukup lebar dan memadai.''
Detailnya, masing-masing tipe memiliki luas bangunan dan tanah berbeda. Tipe Emerald luas bangunan 378 meter persegi dan luas tanah 504 meter persegi. Tipe Ruby luas bangunan 231,5 meter persegi dan tanah 300 meter persegi, sedang tipe Sapphire luas bangunan 303,5 meter persegi dengan luas tanah 348 meter persegi. Beragam pilihan tersebut dimaksudkan agar penghuni dapat mengembangkan sendiri sesuai kebutuhan ruang masing-masing usaha.
Diamond Cipta Niaga berada di lokasi yang strategis, yaitu dekat dengan Pelabuhan Tanjung Emas, Bandara Achmad Yani, Stasiun Kereta Api Tawang/Poncol, dan Terminal Bus Terboyo. ''Lokasi yang strategis sangat memberikan kontribusi lebih untuk kemajuan bisnis/usaha, terutama dalam hal distribusi/transportasi barang-barang.''
Cluster Multi Guna itu juga tidak jauh dari pusat bisnis Semarang seperti Jurnatan, kawasan Lingkungan Industri Kecil (LIK) Bugangan di Jl Kaligawe, Pekojan, pusat grosir Johar dan sekitarnya. Akses dari lokasi langsung jalan arteri RE Martadinata (Yos Sudarso) yang menghubungkan Jakarta-Surabaya. Sistem keamanan satu pintu diterapkan berlapis, selama 24 jam, sehingga soal keamanan benar-benar terjamin. Kecuali itu, dalam rentang waktu 15 - 20 tahun ke depan dijamin bebas banjir maupun genangan rob, sebab lokasi lebih tinggi dua meter dibanding jalan arteri.
''Sebagai pengembang di Semarang kami berkomitmen ikut mengembangkan dunia usaha di sini, karena Kota Semarang merupakan salah satu kota perdagangan besar yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa yang selalu dilewati jalur distribusi barang/niaga dari Jakarta ke Surabaya. Di sisi lain, kami juga harus duduk pada posisi kosumen, sehingga tahu apa yang mereka harapkan. Termasuk memperhitungkan prospek kawasan ke depan. Jangan sampai investasi konsumen tidak menguntungkan. Jika konsumen rugi, kredibilitas kami juga terkena imbasnya.''
Bagi yang berminat bisa menghubungi Lisa (Hp: 08164254221), Redi (Hp: 085865838902), Budi (Hp: 081325688958).
Selasa, Januari 01, 2008
Cluster Victoria, Rumah Minimalis Modern di Tengah Kota
Diposting oleh
Sri Mulyadi
di
10.53
1 komentar
Label: properti ideal Semarang
Royal Family Food Square
BULAN Juni 2009, Jawa Tengah akan memiliki kawasan khusus restoran modern. Bila di Surabaya ada G Walk, Jakarta punya Kelapa Gading, dan Bandung memiliki Paris Van Jawa atau Paskal, Semarang mempunyai Royal Food Square. Bangunan sebanyak 24 buah dari rencana 60 bangunan yang berada di tengah kompleks perumahan elite yang dibangung CV Family Inti Sejati tersebut, kini sudah memasuki tahap penyelesaian akhir.
Masing-masing bangunan dua lantai itu seluas 120 meter persegi, dengan luas tanah 4,5 m x 25 m meter. Sisa tanah di belakang bangunan utama seluas 4,5 x 7 meter bisa dimanfaatkan untuk dapur, taman, atau fasilitas pendukung lain. ''Bagian depan dilengkapi tenda payung beserta tempat duduk, sehingga pengunjung merasa nyaman dan santai. Lokasi parkir sangat memadai, bisa menampung 200 sampai 300 mobil,'' ungkap Buyamin, Direktur CV Family Inti Sejati, pengembang kawasan tersebut kepada Suara Merdeka, kemarin.
Dikatakan, bangunan yang bergaya minimalis modern dan dikhususkan untuk restoran internasional, minimarket, kafe, karaoke keluarga, toko buah/kelontong, salon, butik, optik, dan toko yang menjajakan kebutuhan sehari-hari itu, kini 60 persennya sudah terjual. ''Meskipun kondisi perekonomian secara global belum menggembirakan, tetapi investasi di bidang properti dengan peruntukan khusus di lokasi yang strategis ternyata peminatnya cukup banyak,'' tambahnya.
Hal tersebut nampaknya sangat wajar, mengingat di Semarang khususnya, belum ada pengembang yang menyediakan fasilitas eksklusif seperti itu. Didukung fasilitas air bersih PDAM, jaringan listrik memadai, serta keamanan terjamin. Lokasinya dekat pusat kota, berada di tengah perumahan elite dan ekslusif seperti Royal Family Resident, Sun Rise, Victoria, dan sebagainya.
Kompleks restoran modern itu letaknya berdampingan dengan rumah makan tradisional Pondok Daun. Di sekitarnya terdapat Royal Doom yang menyediakan fasilitas kolam renang, squash, fitness, kolam renang air panas, senam, pingpong, biliar, arena bermain anak-anak. Juga tidak jauh dari Pantai Marina, dan dekat vihara serta Gereja JKI yang merupakan bangunan sarana ibadah terbesar di Jateng.
Royal Food Square juga tidak jauh dari sekolah internasional Terang Bangsa, SD/SMP Tri Tunggal, SMP/SMA Krista Mitra, dan kawasan lokasi pembangunan kampus Universitas Pelita Harapan, serta Rumah Sakit Glenn Eagle milik Lippo Group. ''Prospek ke depan jelas sangat menjanjikan. Orang sekarang cenderung mencari rumah makan yang sekaligus juga menyajikan suasana yang nyaman. Soal rasa dan variasi menu memang iya, tetapi kenyamanan suasana tidak kalah pentingnya. Buktinya sekarang ini kompleks rumah makan Pondok Daun yang letaknya bersebelahan, tiap hari selalu dipenuhi pengunjung. Bahkan, hingga malam hari pembelinya tetap ramai.''
Bebas Banjir
Suasana di sekitar lokasi Royal Food Square memang sangat nyaman dan tenang. Siang hari tidak terasa panas karena hembusan angin laut cukup menyejukkan. Malam hari terasa sangat tenang, apalagi bila tidak hujan, suasana begitu melarutkan sehingga pengunjung kerasan. Apalagi masalah keamanan benar-benar terjamin.
Tidak jauh dari lokasi itu telah dibangun perumahan tipe menengah seharga Rp 300 jutaan. Di kanan kiri seputar perumahan itu telah ditanami pohon mangga hasil okulasi, yang kini tingginya sudah sekitar satu meter lebih. Dengan demikian, di samping kondisi lingkungan bersih juga asri. Ke depan lokasi itu nantinya tidak cuma sejuk, tetapi penghuni bisa menikmati buah mangga.
Pembangunan di kawasan terpadu atau kota satelit/mandiri yang dikelola CV Family Inti Sejati, dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan, serta saling mendukung. Yang membedakan dengan pengembang lain, CV Family Inti Sejati tidak akan meninggalkan kawasan yang telah dibangun. Lokasi kantor berada di satu kawasan, yaitu kompleks Royal Family Resident A No 1 Jl Marina Raya - Puri Anjasmoro, Semarang. Kecuali itu, ada bangunan tertentu yang sifatnya disewakan atau kerja sama. Dengan demikian, fasilitas umum yang tersedia akan tetap terpelihara dengan baik, termasuk sarana jalan.
Kawasan tersebut juga bebas banjir. Hal ini dengan perhitungan karena jalan lingkungan dan bangunan berada di lokasi yang telah ditinggikan (tiga meter lebih tinggi dibanding jalan arteri Yos Sudarso. Kedalaman dan lebar saluran air yang ada cukup memadai.
Royal Family Food Square merupakan konsep resto baru dan modern di Semarang yang berlokasi di Jalan Marina Raya, kompleks Royal Family Regency, Puri Anjasmoro, Semarang. ''Sebelum membangun sudah kami perhitungkan secara cermat, sehingga penghuni benar-benar aman dan nyaman, termasuk mengamankan dari ancaman banjir. Tidak mungkin kami mengecewakan penghuni. Kalau sampai terjadi, justru kami yang rugi sendiri, dan mempertaruhkan citra. dan '' ungkap Buyamin. Bagi peminat dapat menghubungi Patric Hp 08886555532 atau Lisa telp 08164254221.(si)
Mei 2009, Taman Flora dan Fauna Diresmikan
KEINGINAN para hobies flora dan faunan di Semarang khususnya untuk memiliki tempat untuk berkumpul dan berbagi pengetahuan serta pengalaman, dalam waktu dekat akan terwujud. Mei 2009 nanti CV Family Inti Sejati akan meresmikan taman flora dan fauna, sekaligus exhibition hall atau gedung pertujukan/pameran. Sarana itu juga bisa dimanfaatkan oleh para hobies flora dan fauna untuk berkumpul.
Menurut Buyamin, Direktur CV Family Inti Sejati, di lokasi seluas kurang lebih 8.000 meter persegi itu dibangun 50 stan atau kapling, masing-masing berukuran 6 x 3 meter. Tanaman yang ditampilkan/dijual mulai bunga berbagai jenis hingga tanaman hortikultura. Sedangkan jenis hewan antara lain burung, kucing, reptil, anjing, kelinci, dan sebagainya. Termasuk pula segala jenis ikan air tawar maupun laut, beserta perlengkapan/peralatannya.
''Di Semarang khususnya belum ada pengembang kawasan perumahan atau developer yang menyediakan sarana seperti itu, padahal warga penggemar tanaman, ikan, dan binatang piaraan jumlahnya sangat banyak. Untuk itu kami optimistis sarana yang kami sediakan akan banyak diminati, sekaligus sebagai sarana wisata,'' ungkapnya.
Bagi peminat tidak perlu mengeluarkan uang, sebab tempat dikelola dengan sistem kerja sama atau bagi hasil yang saling menguntungkan. ''Kalau dijual harganya pasti sangat tinggi, sehingga butuh modal cukup besar. Untuk itu demi meringankan beban calon pengguna kami tempuh dengan model kerja sama.''
Bagi dokter hewan yang berkeinginan membuka praktek di tempat itu juga dilayani. Sementara masyarakat yang membutuhkan tenaga ahli taman sekaligus tanamannya, para penghuni siap pula melayani. ''Segala asesoris yang berkaitan dengan tanaman dan binatang juga tersedia,'' tambahnya.
Exhibition Hall
Yang lebih menarik, pengembang membangun exhibition hall atau tempat pameran atau arena pertunjukan. Nantinya secara bergilir pemilik stan bisa memanfaatkan gedung tersebut, baik untuk pameran tanaman, ikan, maupun binatang. Dapat pula dimanfaatkan untuk kontes anjing, kucing, bahkan lomba burung.
Seperti halnya Royal Food Square, bisnis flora dan fauna ke depan juga sangat cerah. Lokasi taman flora dan fauna, berdampingan dengan kompleks rumah makan tradisional Pondok Daun dan cuma beberapa puluh meter dari Royal Food Square. Dengan demikian, pengunjung rumah makan internasional maupun tradisional, langsung bisa singgah ke taman flora dan fauna.
’’Kawasan yang kami bangun memang sengaja dipadukan untuk saling mendukung. Begitu memasuki kawasan masyarakat bisa menikmati wisata kuliner internasional, tradisional, taman flora dan fauna, ke pantai Marina, objek lain yang masing-masing punya daya tarik tersendiri,’’ ungkap Buyamin.
Warga masyarakat yang ingin bekerja sama mengisi taman flora dan fauna, bisa menghungi Patric Hp 08886555532.(si)
Perkantoran Mewah Robin
Mampu Mengangkat Citra yang Menempati
BEGITU memasuki salah satu bangunan perkantoran moderen, Royal Office Building (Robin), sentuhan klasik desain maupun interior begitu kental dan menyejukkan hati. Apalagi setelah menikmati view di sekitarnya, kondisi nyaman dan aman, begitu terasa.
Royal Office Building adalah perkantoran modern . Gaya arsitektur dan desainnya mengadopsi bangunan-bangunan terkenal di dunia, yaitu Jin Mao di China, Gate Rowes Waharf Amerika Serikat, National Museum di Australia, Big Ben Inggris, National Bank, Miniatur Chrysler dan Pan Am, Amerika Serikat.
Kedelapan bangunan megah, mewah, klasik, sekaligus eksklusif itu terpadu secara serasi, sehingga nampak sangat menonjol dibanding bangunan lain di sekitarnya. Desain dan interior di masing-masing ruangan berbeda, namun terpadu secara serasi, sehingga kesan mewah terasa dominan.
Mengingat lokasinya di pusat kota, tepatnya di Jalan Madukoro Raya 8A, Puri Anjasmoro, Semarang, bangunan tersebut juga nampak menonjol dan paling megah di antara bangunan lain.
Bangunan gedung perkantoran yang ditangani CV Family Inti Sejati itu, berlantai tiga dan empat. Dari lantai tiga atau empat pemandangan di sekitar, seperti PRPP dan suasana laut di Pantai Marina atau Tanjung Emas, nampak jelas dan memesona.
Mengangkat Citra
Buyamin, Direktur CV Family Inti Sejahtera mengemukakan, pembangunan kompleks perkantoran megah dan modern tersebut antara lain dimaksudkan untuk membantu mengangkat citra Kota Semarang, sehingga tidak terkesan tertinggal dibanding kota besar lain seperti Surabaya, Medan, Bandung.
‘’Di Jawa Tengah dan Semarang khususnya, banyak perusahaan besar dan berhasil, sehingga sudah saatnya Semarang memiliki gedung perkantoran ekslusif dan mewah. Sebab secara langsung, kondisi kantor yang ditempati mampu mengangkat citra perusahaan yang menempati. Kepercayaan stake holder pun juga meningkat,’’ ungkapnya.
Lokasi Stategis
Masing-masing lantai seluas 270 meter persegi, dan terbagi menjadi beberapa ruangan. Material bangunan yang digunakan di tiap lantai sebagian besar kombinasi keramik, marmer, dan gipsum. ’’Tiap unit dilengkapi lift, sehingga kesan modern juga menonjol,’’ tambah Buyamin, Direktur CV Family Inti Sejati.
Bangunan tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, kantor perbankan, lembaga pendidikan, lembaga keuangan, bahkan showroom.
Kelebihan lain, lokasinya bisa diakses dari segala penjuru, sehingga pengguna tidak akan terjebak kemacetan arus lalu lintas. Juga dilengkapi akses jalan khusus menuju Bandara Ahmad Yani. ‘’Hal ini menunjukkan bahwa kami benar-benar siap mengantisipasi denyut kehidupan bisnis baru berlingkup internasional yang segera hadir,’’ tambahnya.
Warga masyarakat yang ingin bekerja sama mendukung taman flora dan fauna bisa menghubungi Lisa, Telp 08164254221 dan Jesi Telp 02470778188. (si)
Diposting oleh
Sri Mulyadi
di
08.46
0
komentar
Label: mencari rumah di semarang