Minggu, Juli 25, 2004

Pesona Karimunjawa (3), Disediakan Pesawat untuk Jemput

Tamu Pengunjung yang menginginkan tempat menginap lain, di samping menumpang di rumah warga atau penginapan tengah laut, di Karimunjawa juga ada "Kura-kura Hotel". Bangunan tersebut milik Pemprov Jateng, namun saat ini dikontrak oleh biro wisata Kura-kura Resort. Di tempat itu disediakan tujuh buah kamar dan tiga bungalo. Setiap bungalo terdiri atas dua kamar sehingga keseluruhan bisa menampung 36 orang. Juga disediakan tempat tidur ekstra. Kamar yang berfasilitas AC saat ini tarifnya Rp 133.100 dan yang berkipas angin Rp 87.400. Makan empat kali Rp 96.000/ orang (perhitungan tarif menggunakan standar dolar AS). "Untuk makan paketnya dihitung empat kali karena biasanya tamu datang Sabtu siang dan pulang Minggu siang," ungkap Abdul, karyawan hotel tersebut.

Wisatawan asing yang ke Karimunjawa pada umumnya menggunakan jasa Kura-kura Resort. Biro wisata "berkelas" dan merupakan satu-satunya di Karimunjawa itu fasilitasnya lebih lengkap. Wisatawan biasanya dijemput dengan pesawat terbang jenis Cessna 172 M yang berkapasitas tiga penumpang dan Cessna 402 B untuk penumpang minimal enam orang. Mereka langsung dijemput di Bandara Adisumarmo Solo dan Adisucipto Yogyakarta pada pukul 08.00. Adapun yang turun atau berangkat dari Semarang dijemput pada pukul 08.30. Perjalanan dari Solo atau Yogyakarta ke Karimunjawa dengan Cessna 127 M ditempuh dua jam, jika menggunakan Cessna 402 B cukup satu jam. Dari Semarang sekitar 45 menit dan 35 menit. Dari Lapangan Terbang Dewandaru Karimunjawa wisatawan diantar dengan kapal motor ke Pulau Menyawakan (ada juga yang menyebut Mencawakan). Penerbangan dari Solo, Yogya, atau Semarang, bergantung pada permintaan. Kalau musim liburan seperti pada 9 - 11 Juli lalu, wisatawan yang datang ke Karimunjawa mencapai 32 orang. Pada bulan Juni 55 orang, dan pada hari-hari nonliburan 40-50 pengunjung per bulan. Kebanyakan dari Korea, yaitu pasangan yang berbulan madu," ungkap Helmi, karyawati Kura-kura Resort di kantor pusatnya di Jepara. Wisatawan yang menggunakan kapal motor cepat Kartini I atau kapal Muria dijemput di Karimunjawa dan ke Pulau Menyawakan menggunakan perahu motor kayu. Di Pulau Menyawakan tersedia lima bungalo VIP dan 10 deluxe yang semuanya bisa menampung 30 pengunjung. Untuk paket dua hari satu malam, yang tidak menggunakan pesawat tarifnya 77 dolar AS atau sekitar Rp 693.000, dan yang dijemput pesawat 137 dolar (Rp 1.233.000). Bila ditambah paket diving atau menyelam, nonpesawat Rp 187 dolar (Rp 1.683.000) dan yang dijemput pesawat 247 dolar atau kurang lebih Rp 2.223.000. Wisatawan yang pernah ke Karimunjawa pada umumnya mengagumi kehidupan bawah laut yang alami banget. Selain itu, suasananya tenang. Di Pulau Menyawakan tidak ada telepon kabel ataupun HP. Komunikasi hanya bisa dilakukan dengan HT," kata Helmi. Nita, juga karyawati Kura-kura Resort menambahkan, pihaknya juga melayani kursus diving atau menyelam. Saat ini seorang instruktur dan dua asistennya berasal dari Swedia. Biaya kursus untuk kategori bersertifikat (4 hari 3 malam) biayanya 320 dolar atau sekitar Rp 2.880.000. Untuk tingkat pemula (2 hari 1 malam) 75 dolar atau kurang lebih Rp 975.000. Materi kursus untuk pemula selain teori, tayangan video, juga praktik di kolam renang dan perairan laut. Lokasi yang dipilih biasanya sekitar Pulau Cemara Besar yang kedalaman airnya sekitar 12 meter. Bagi pengunjung yang tidak hobi menyelam disediakan fasilitas kolam renang air suling. Untuk yang hobi memancing, sekitar 200 meter dari pantai Pulau Menyawakan merupakan lokasi yang ideal, kedalaman airnya sekitar 15-20 meter. Ikan yang terpancing biasanya bermacam jenis kerapu (termasuk kerapu merah) dan badong. Banyak juga jenis ikan hias seperti triger dan capung kepodang, beratnya rata-rata 0,5 kilogram. Wisatawan nonpaket biro wisata bisa menyewa peralatan menyelam lewat Muchlis, petugas wisma wisata atau Ismarjoko, pengusaha penginapan di tengah laut. Untuk snorkel sewanya sekitar Rp 30 ribu/paket, pukul 08.00 - 12.00. Peralatan lengkap, termasuk tabung oksigen, sewanya Rp 250.000 - Rp 300.000. Jika memerlukan jasa pembimbing, tarifnya sekitar Rp 150.000/paket. Tiap tabung oksigen bisa untuk penyelaman selama satu jam. Sewa peralatan menyelam memang agak mahal karena harga peralatan juga tinggi, sekitar Rp 15 juta per set. Pengisian oksigen dapat pula dilakukan di Karimunjawa, biayanya Rp 40.000 per tabung," ungkap Muchlis. Di samping homestay, menyelam, memancing, menikmati keindahan terumbu karang dan ke perkampungan Bugis (jaraknya sekitar 25 km dari dermaga ASDP Karimunjawa), pengunjung yang datang tak sedikit pula yang melakukan ziarah ke makam Syeh Amir Khasan atau lebih dikenal dengan sebutan Sunan Nyamplungan. Tokoh yang dimakamkan di lereng perbukitan Karimunjawa tersebut adalah anak dari Sunan Muria. "Peziarah datang dari berbagai daerah dengan maksud bermacam-macam pula. Orang yang permintaannya terkabul biasanya datang kembali untuk mengadakan selamatan," ungkap Harinto, Kasi Pemerintahan dan Trantib Kecamatan Jepara. Karimunjawa juga dihuni beberapa hewan langka, di antaranya elang, ular kobra, rusa, dan penyu. Khusus untuk menyelamatkan penyu, dibentuk Kelompok Pelestari Penyu Karimunjawa yang diketuai Ismarjoko Budi Santosa. Tugas kelompok itu di samping memberikan penyuluhan tentang arti penting penyelamatan penyu, juga melakukan pembesaran anak penyu. Jika ditemukan lokasi bertelurnya penyu, tempat tersebut diberi tanda dan pagar keliling sehingga pada saat telur penyu menetas 60 hari kemudian, anakannya tidak langsung ke laut lepas. Anakan penyu tersebut diambil untuk dimasukkan ke kolam pembesaran. "Kalau telur dibiarkan tanpa perlindungan risiko kematian sangat besar. Pada saat menetas anakan penyu banyak yang dimakan predator seperti biawak, kepiting, dan burung," ungkap Ismarjoko. Jenis penyu yang hidup di perairan Karimunjawa adalah penyu sisik dan hijau. Rata-rata beratnya 11-15 kg/ekor, namun ada juga yang mencapai berat 30 kg. Nelayan setempat saat ini kesadarannya sudah cukup tinggi dalam upaya penyelamatan. Kalau kebetulan ada yang tersangkut jaring, oleh nelayan yang bersangkutan penyu itu diserahkan kepada Kelompok Pelestari Penyu dan sebagai bentuk penghargaan, kelompok itu memberikan kaus kenang-kenangan. Untuk anakan penyu yang diperhitungkan sudah kuat bertahan hidup di perairan lepas, dilakukan acara pelepasan sekaligus dijadikan objek untuk menarik wisatawan ke Karimunjawa. Saat ini di kolam pembesaran terdapat sekitar 200 ekor anakan penyu. Selama di kolam tersebut penyu-penyu itu diberi makanan berupa pelet atau cacahan daging ikan. Berdasar pengamatan, kehidupan bawah laut di Kepulauan Karimunjawa (meliputi 27 pulau), sudah cukup kuat untuk menarik perhatian wisatawan Nusantara (wisnu) dan wisatawan mancanegara (wisman). Sarana dan fasilitas yang tersedia juga sudah memadai, bahkan lebih. Buktinya, tamu bisa langsung dijemput pesawat karena di Karimunjawa sudah ada lapangan terbang. Untuk menikmati keindahan kehidupan bawah laut di Pulau Sipadan yang sudah mendunia, fasilitas yang tersedia tidak selengkap dan semudah di Karimunjawa. Untuk pergi ke pulau yang dulu disengketakan antara Indonesia-Malaysia (akhirnya dimenangkan Malaysia) itu, dari Kualalumpur harus naik pesawat ke Kinabalu dan pindah pesawat lagi ke Tawau. Dari Tawau harus melalui perjalanan darat sekitar 3 jam untuk menuju Pantai Semporna. Dari Semporna ke Sipadan naik perahu motor sekitar satu jam. Di Pulau Sipadan yang luasnya hampir sama dengan Pulau Menyawakan (Karimunjawa) itu cuma terdapat bungalo-bungalo yang sederhana. Adapun untuk ke Karimunjawa, dari Jakarta atau bandara lain di Indonesia maupun luar negeri, pengunjung bisa langsung ke Bandara Solo, Yogyakarta, atau Semarang. Dari Bandara tersebut wisatawan langsung dijemput pesawat untuk diantar ke lokasi. Pengunjung juga bisa naik kapal motor cepat dari Semarang atau Jepara. Dari Semarang butuh waktu 3,5 jam dan dari Jepara 2,5 jam. Sarana penginapan yang tersedia juga sudah memadai dan bervariasi. Ada penginapan di tengah laut, numpang di rumah warga, wisma wisata, atau hotel. Masyarakat setempat pun ramah terhadap siapa saja yang berkunjung. Daerahnya juga sangat aman, bahkan nyaris tidak pernah ada gangguan/keributan.

[+] Baca Selengkapnya